Rabu, 15 Agustus 2012

si mbak pemulung di Kalasan

"Umurnya lima tahun, mbak", kata mbak yg namanya lupa saya tanyakan. Si mbak dan adek kecil lima tahun itu adalah pemungut sampah pinggir jalan yg sering saya temui saat pulang malam. Lebih dari lima kilometer tiap harinya mereka berjalan. Melihat si adek kecil, saya langsung teringat keponakan di rumah yg jam sekian sudah nyaman di kasurnya dengan botol susu di tangan.

Berbagai teori muncul di kepala saya. "Tega sekali mbak ini bawa anaknya mungut sampah malem-malem." Di detik lain, "Kasihan, mungkin ga ada orang yg jaga si adek makanya harus diajak." Mungkin juga " Suaminya si mbak yg nyuruh mereka jalan malem."

Ah...apapun teori saya, yg pasti tiap malam saya masih melihat mereka berjalan dengan karung dan topinya.
   


  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar