Jumat, 17 Agustus 2012

Upacara bendera

Dari barisan belakang yang terlihat hanya merah putih yg pelan-pelan naik ke puncak tiangnya. Yg terlintas di kepala saya bukan para pejuang yg membela bendera sampai ajalnya, atau ucapan merdeka yg diteriakkan 67 tahun lalu waktu proklamasi dibaca.

Bapak di depan saya tampaknya datang karena harus menulis nama di lembar yg dipegang temannya. Ibu di belakang saya mungkin datang karena ingin bertemu rekannya. Tapi mungkin mas yg tampak khidmat di depan sana datang karena ingin mengenang pejuan pendahulunya. Sementara saya datang lebih karena upacara bendera di halaman gedung yg megah dan indah ini merupakan satu rangkaian dari ritual "terakhir" saya. Upacara terakhir saya karena tahun- tahun berikutnya saya hanya akan bisa mengenang bediri di antara ratusan orang yg bangga bekerja untuk universitas ini.

"Maafkan saya, Indonesia."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar